Jadi ceritanya gw baru dapet Blackberry Bold yang baru, seri 9900, kode: Dakota.
(Jangan tanya kenapa gw dikasih ini sama RIM ya. Padahal gw gak geek2 amat. Jadi mungkin faktor amalan :p)
OK. Pertama2 disclaimer: gw review ini sebagai orang awam, bukan
gadget freak. Jadi ya tentunya reviewnya gak bisa dibandingin juga sama
reviewnya Roy Suryo (emang elu mau juga baca reviewnya dia?
) Yah, pokoknya perspektif orang awam lah. Jadi kalo mau review
professionl ya mohon cari sendiri. Kalo ada data teknis yang gw tau,
akan gw sertakan sebisa mungkin.
Here we go:
Kesan pertama: Layaknya kenalan sama cewek, kesan pertama fisik itu penting. Gimana dengan Dakota? Biasa aja.
Dakota miriiiiip banget sama Bold pertama (9000). Kalau hanya sekilas
melihat muka depannya, orang bisa mikir itu Bold 9000 yang lama, sampai
ngeliat kalo yang ini pakenya trackpad. Ini foto ‘cantik’ gw ambil dari
internet:
Tetapi kalo kita mulai grepe-grepe Dakota, baru ngeliat keunggulan dia. Yang pertama, dia tipis
banget, jauh lebih tipis dari Onyx. Kalo mata gw gak salah liat,
ketebalannya mungkin hampir separuhnya Onyx, minimal 2/3 nya kali. Ini
usaha gw motret ketebalannya. Yang di kanan Dakota, di kiri Onyx:
Secara besar penampang, Dakota lebih besar dari Onyx. Kayaknya sih
sama dengan Bold yang 9000. Walaupun kesannya memakan tempat lebih di
kantong pria (kalo tas cewek gak efek kali), tetapi ada keuntungannya:
keypad dan layar lebih besar. Seinget gw banyak orang seneng Bold 9000
karena katanya ngetiknya enak dengan keypad besar. Nah, sekarang keypad
besar itu sudah kembali. Dan emang enak buat yang jempolnya agak gede.
Jadi kesimpulan, secara ‘tampang’ sekilas, Dakota memang bukan model
yang mencuri perhatian (kecuali yang pake emang Briptu Eka Frestya).
Baru kerasa bagusnya kalo disentuh dan dipegang (Dakotanya, bukan Briptu
Eka!!), karena dimensi langsingnya oke. Buat yang merasa ‘tampang’ hape
harus cantik, kayaknya sih Dakota bukan model yang pas (menurut gw,
Torch putih itu BB paling kece so far. Oh, mungkin akan ditandingi Torch
9810 yang baru. Keren deh, ada sentuhan MacBooknya, metal2 gitu). Oh
iya, konon penutup batre belakang Dakota adalah carbon fiber, gak tau
bener apa nggak, dan gak penting menurut gw. Next:
Sistem Touch & Type
Sistem bisa touch & type sebenernya udah ada di Torch, jadi bukan
hal yang baru. Yang unik mungkin karena ini bukan sliding, jadi awalnya
rasanya lucu: Ada keypad full tapi screen di atasnya bisa touch. Tapi
surprisingly, gw dengan mudah beradaptasi. Bahkan gw merasa touch sreen
ini membantu banget, karena kalau ada menu berbentuk pilihan, kita
tinggal menyentuh langsung pilihan kita di layar (tidak perlu
‘scrolling’ pakai trackpad). Personally, gw merasa penggunaan menjadi
lebih cepat dengan sistem touch & type bareng ini.
OS 7
Sekilas, tampilan menu dan OS-nya berasa sama dengan Torch. Agak
mirip Android, menu bisa diumpetin di bawah, tinggal pake jempol digeser
ke atas. Menu ada beberapa kolom : Yang tengah menu ‘all’, di kanannya
ada ‘Favorites’, kanannya ada ‘Media’, terus ada ‘Downloads’ (aplikasi
downloadan ada di sini), terus ada ‘frequent’ (yang sering digunakan).
Terus apa bedanya dengan Torch? Dakota OS-nya SMOOTH BANGET.
Gw pernah nyoba Torch dan gerakan menu masih gak smooth (berebet2
gitu), apalagi dibanding iPhone. Bahkan gw merasa smoothness dari menu
Dakota sudah comparable dengan iPhone. Mungkin ya.
Jeroan (prosesor dan graphics)
Kayaknya sih, OSnya bisa smooth banget karena jeroannya. Prosesornya
aja 1.2 Ghz!! (salah satu yang tercepat di smartphone saat ini
kayaknya). Resolusi grafik katanya 24-bit (gw gak ngerti juga). Yang
pasti gerakan menu terasa smooth dan fluid. Dan gambar cukup tajam
(walaupun gw gak tau dibandingkan dengan AMOLED Samsung gimana. Konon
AMOLD itu bagus banget ya?)
Multi-touch Screen
Nah, Dakota juga sudah bisa multi-touch screen (membesarkan gambar
dengan dua jari, dll). Kan Torch sudah ada? Betul, tapi seperti OS-nya,
gerakan gambarnya sekarang sudah smooth banget. Baik pada saat melihat
foto atau web, dengan dua jari kita bisa zoom gambar dengan smooth.
Selain itu, multi touch screen ini banyak mempermudah fungsi2 lain.
Sekarang gw bisa mendelete foto beberapa sekaligus, dengan menggunakan
dua jari (seperti fungsi ‘select’ pakai mouse di PC). Sempet liat di
video demo di PS bahwa kita bisa copy paste teks dengan sangat mudah
thanks to fitur multi touch ini.
Web
Niat hati sih mau banyak membahas soal web experience, karena konon
browser di OS 7 ini 405 lebih cepat dari OS 6, bahkan 100% lebih cepat
dari OS 5. Masalahnya ya cyin, namanya operator kita tau sendiri kan??
Jadi gw sih ngerasa biasa aja speed page uploadnya, yang kemungkinan
disebabkan operator yang lemot juga. Tetapi lagi2, touch screen membuat
browsing lebih enak (jika anda bukan pengguna Torch atau touchscreen
phone lainnya). Buat gw yang dulu pengguna Onyx, ya memang browsing
experience terasa lebih enak.
Oh iya, sekarang udah bisa buka beberapa browser window sekaligus,
dan pergantian antar browser window juga gampang. Tinggal sentuh icon
dan milih browser yg mana. Sekilas agak mirip iPad caranya.
Kamera
Oke, buat para banci foto. Gw termasuk orang yang perhatian pada
kamera ponsel, walaupun bukan pecinta fotografi. Kamera Dakota sudah 5
MP, yang harusnya lumayan lah kalo hanya buat foto2 unyu gak penting,
atau foto liburan/ketemu seleb. Ada lampu flash LED standar. Terus punya
fasilitas ‘face detection’ segala lho, plus ‘scene options’, udah kayak
kamera pocket canggih. So far kedengerannya canggih kan?
TETAAAPIIIIII…….
Sampailah kita di fakta yang aneh bin ajaib. Kameranya TIDAK ADA AUTO FOCUS!
Bahkan Onyx punya Auto-focus. Gw nyadarnya waktu nyari option
‘close-up’ sudah nggak ada. Nah, untuk mayoritas pengguna biasa, mungkin
ini tidak terlalu efek, karena foto2 jarah jauh dan sedang tidak akan
terpengaruh. Tetapi akibatnya, gw udah nggak bisa foto jarak dekat
lagi (misalnya: foto artikel/gambar di koran/majalah dari dekat). Dan
ini gw sayangkan. Berikut contoh2 foto dari Dakota: jarak jauh, jarak
sedang, dan jarak dekat. Foto langsung diupload, tidak dimanipulasi
digital dulu.
Perhatikan foto terakhir kabur, karena tidak ada auto focus.
Seperti gw bilang, buat mayoritas orang kamera Dakota kayaknya sudah
memadai banget. Tapi buat gw yang kadang2 suka foto obyek dekat
(biasanya ada artikel/tulisan atau benda lucu yang mau gw upload di
Twitter), faktor ini agak mengganggu.
Tetapi kekecewaan gw akan fitur autofocus yang hilang ini terkompensasi oleh hal lain. VIDEONYA JUARA. Videonya
bahkan sudah bisa resolusi HD (High Definition) 1280 x 720. Dan
hebatnya lagi: dalam rekaman dengan resolusi maksimal, saat kamera
di”panning” (digeser ke samping kiri atau kanan), gambar tidak pecah
atau “tertinggal”. Jujur gw salut dengan kameranya. Untuk sekedar home
video (merekam anak kecebur kolam, teman2, asal jangan merekam hubungan
intim!) kamera Dakota sangat memuaskan. Ini juga kayaknya berhubungan
dengan prosesor dan graphics hardware yang udah oke.
Jadi masalah kamera ini memang agak mixed-feeling buat gw. Agak kecewa soal autofocus, tapi happy dengan videonya.
Memory
Dakota sudah dilengkapi memory internal 8GB (itu gede jek buat ukuran hape), dan tentunya masih bisa ditambah MicroSD lagi.
Hal2 kecil lain:
Apa lagi ya? Batere jujur gw belum tahu, baru juga megang 4 jam, jadi
masih wait and see. Tapi chargernya menyenangkan. Pertama, kabelnya
merangkap kabel USB data, jadi udh gak ribet dengan kebanyakan kabel.
Kedua, ukuran kepala charger kecil banget (asli, bisa2 dikira adapter
colokan!) Jadi buat para pendekar mobile yang kemana2 harus bawa charger
dan kabel data, hal ini lumayan lah.
(chargernya kecil banget ya)
Apa lagi ya? Video playback formatnya udah komplit kayaknya: wmv,
avi, mp4, m4a, m4v, 3gp. Foto juga bisa buka tif! Bukan Tif Sembiring
tentunya!
Soal aplikasi2 untuk OS7 ini, jujur gw gak tahu juga. Jadi we will
see deh kalo udah keluar ya. Yang pasti udah ada Documents To Go, jadi
mau cek2 Powerpoint udah langsung bisa. Terus ada aplikasi Kompas jg
(Kompas penunjuk arah mata angin nyet, bukan koran!), lumayan buat nyari
arah kiblat.
Kesimpulan (awam)
Jadi sebagai pengguna awam, ini kesimpulan gw: Dakota cocok banget
buat hardcore BlackBerry fans, khususnya segmen yang butuh smartphone
untuk support pekerjaan dengan fasilitas multimedia yang memadai (tapi
nggak spekta). Kalo kalian rasanya mau mati tanpa BBM dan hobby BM ‘Test
Contact, please ignore’, ya Dakota ini sangat layak buat upgrade BB
yang sekarang. Prosesor kenceng, OS7 nya oke, memory besar. Tetapi untuk
pecinta BB yang mementingkan desain, Dakota memang ‘tampangnya’ biasa
aja. Makanya menurut gw ini cocok buat pengguna smartphone professional
yang lebih mementingkan performa/jeroan. “Inner beauty” gitu deeh
Pencari layar lebar segede iPhone atau Galaxy II , atau yang maunya
BlackBerry design cantik, kayaknya bukan targetnya Dakota ya. Begitu
juga gamer atau yang suka foto-foto belaga profesional.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar