| 7 Tingkat kesadaran dalam perkembangan fotografi 1. Secara teknis tidak sadar Anda memotret tanpa memikirkan aspek teknis apapun. Tidak ada pertimbangan mengenai komposisi, pencahayaan, atau mood. Anda memotret dengan tujuan merekam momen, tempat, atau kejadian tertentu. Kemungkinan anda memotret dengan kamera HP, atau kamera point and shoot. 2. Secara teknis semi-sadar Anda mulai sadar mengenai proses2 fotografi. Anda mulai berpikir kalau hasil foto anda akan lebih baik kalau anda melakukan sesuatu yang khusus, misalnya menggunakan ‘sports mode’ untuk memotret sport, atau menggunakan ‘landscape mode’ untuk memotret landscape. Di akhir level ini, anda mungkin mulai memotret menggunakan RAW ketimbang JPEG, atau membeli dan menggunakan lensa2 baru, selain lensa yang ikut dengan kamera (lensa kit). Kebanyakan amatir berada pada level ini 3. Sadar secara teknis Anda mulai memikirkan tentang hasil foto anda pada sisi teknikal. Ketika anda memotret, anda mulai memikirkan ‘rule of thirds’, detail highlight dan shadow, kualitas pencahayaan, dll. Pada tahap ini anda mungkin sudah menggunakan DSLR yang bagus, flash yang lepas dari kamera (strobist), dan beberapa macam lensa, untuk memotret foto2 yang memberikan inspirasi untuk anda. Kalau anda tipe fotografer studio, anda memiliki beberapa reflektor lampu flash dan softbox untuk mengubah pancaran cahaya menjadi yang anda inginkan. Anda nyaman menggunakan Photoshop atau software2 sejenis untuk mengedit foto2 anda, dan membuat foto2 tersebut tampak seperti yang anda inginkan. Mungkin pada tahap ini anda telah mengikuti berbagai kursus fotografi dan workshop. 4. Secara teknis terlalu sadar/secara konsep tidak sadar Anda sudah menghasilkan foto2 yang baik secara teknis, namun anda terlalu khawatir dengan teknikal, sehingga anda tidak dapat berkembang melewati sisi teknikal tersebut. Ketika memotret, anda terobsesi dengan apa/bagaimana setting kamera anda, dan terlalu sering memeriksa LCD kamera untuk memastikan anda berhasil mendapatkan foto yang diinginkan. Ada kemungkinan anda menghabiskan terlalu banyak waktu di internet untuk mencari gear2 baru, dan berkomentar di website2 review kamera dan gear. (Bagi anda) gear bagus adalah keharusan dalam membuat foto yang lebih baik, walaupun anda sudah memiliki gear yang cukup bagus. Anda merasa dunia (keadaan/kondisi) menghalangi anda untuk memotret foto2 yang luar biasa. Namun kenyataannya, kemungkinan anda yang menghalangi diri anda sendiri. 5. Secara konsep semi sadar Anda berada pada tahap dimana anda sudah memotret cukup lama, sehingga sisi2 teknikal sudah berada dalam ‘autopilot’. Anda tidak memikirkan sisi teknikal sebanyak level sebelumnya, dan anda mulai memikirkan mengenai apa yang diceritakan oleh foto anda. Yang sering terjadi, anda lebih banyak berpikir, dan lebih sedikit memotret. Anda menggunakan waktu lebih sedikit untuk mencari gear2 baru, dan lebih banyak waktu untuk mencari inspirasi. Foto2 anda tidak saja terlihat cantik – foto2 anda juga mulai memiliki makna. Anda datang ke tempat pemotretan dengan daftar mental (pikiran) mengenai bagaimana foto2 yang ingin anda potret, dan anda sudah mengerti langkah2 untuk mendapatkan foto2 tersebut. 6. Sadar secara konsep Anda menghasilkan foto2 yang memiliki makna yang lebih dalam, yang juga sempurna secara teknis. Anda telah menguasai bidang ini, dan sekarang hampir semua foto yang anda hasilkan memiliki makna, atau (setidaknya) berusaha menunjukkan makna. Kalau anda melakukan fotografi secara komersial, anda dipastikan memberikan pendapat (kepada klien) tentang bagaimana melakukan pemotretan, supaya hasil foto2 nya memiliki impact/hasil yang maksimal. Para klien menggunakan jasa anda bukan hanya karena anda fotografer yang bagus secara teknis, namun lebih karena anda bisa menyumbangkan pendapat kepada mereka mengenai bagaimana membuat ide2 mereka menjadi lebih bagus lagi. 7. Master dalam teknikal dan konseptual Besar kemungkinan pada tahap ini, kebanyakan hasil foto anda adalah bagian dari sesuatu yang penting/besar. Anda tidak hanya memotret untuk menghasilkan foto; anda memotret untuk menyajikan cerita, dan cerita itu cukup dalam/luas. Besar kemungkinan anda telah memotret untuk waktu yang sangat lama. Secara umum, sangat jarang fotografer yang telah mencapai tahap ini dalam karir mereka. Ada kemungkinan sulit untuk bekerja sebagai fotografer komersial ketika anda mencapai level ini, karena kebanyakan pekerjaan komersial (bagi anda) tidak cukup menantang secara intelektual, jadi anda tidak berminat. Kebanyakan fotografer cukup senang untuk mencapai dan berdiam di level ‘sadar secara teknis’, karena mereka memang mencari pekerjaan berbayar, dan dalam waktu bersamaan dapat menghasilkan foto2 yang cantik dan baik secara teknikal, ketimbang foto2 yang menimbulkan komentar dramatis/pro-kontra. Membutuhkan kombinasi yang tepat antara keinginan, bakat, dan waktu untuk berkembang ke level2 selanjutnya. Penting bagi anda untuk menyadari dimana level anda dalam karir anda, dalam rangka untuk berkembang. Foto2 yang anda hasilkan di masa depan besar kemungkinan akan lebih baik dari hasil foto2 anda sekarang, selama anda mau berusaha untuk menjadi lebih baik. Sebagai fotografer, perspektif dan kemampuan anda untuk menilai foto akan berubah secara dramatis, seiring waktu. Fotografer profesional adalah usaha seumur hidup, dan bukan sesuatu yang bisa dikuasai dalam 1 malam. Dimana kira2 level anda? Steve Giralt - Fotografer New York |
7 Level kesadaran dalam perkembangan fotografi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar